This Morning! : Kasih Ibu Sepanjang Jalan

27 06 2007

Beberapa hari ini ada sesuatu hal yang membuatku ingin menulis, malah ini sebenarnya merupakan alasan mengapa saya menghidupkan kembali blog (baca:pikiran) setelah sekian lama mati suri.

Dari jendela kaca yang kordennya terbuka terlihat lalu lalang wajah-wajah abege ditemani bapak atau ibunya, ada juga yang bergerombol bersama teman-temannya. Ya, anda tidak salah, memang anak-anak ini sedang sibuk mendaftar berbagai hal yang bisa didaftar, mulai dari daftar SPMB, Diploma, sampai ada yang memilih daftar ekstensi aja. Terlihat wajah-wajah yang cemas dengan masing-masing masalah yang menggelayuti pikiran mereka.

Pernah saya melihat seorang bapak-bapak mencegat seorang mahasiswa yang sedang berjalan untuk bertanya tentang biaya-biaya kuliah di kampus ini. Si mahasiswa yang bingung dengan pertanyaan tersebut terlihat menjawab sekenanya sesuai dengan yang dia ketahui. kemarin malah aku melihat seorang ibu yang memakai seragam safari(bener gak nih namanya, kok kayak merk browser), itu lho seragam PNS Pemda, duduk menggelosor di tepi jalan bersama seorang anak laki-lakinya sedang ribut membahas sesuatu, di tangan mereka terlihat berbagai jenis brosur yang dapat dipastikan merupakan informasi pendaftaran dari sebuah jurusan / universitas.

Saya sendiri sebenarnya tahun lalu masih ikut membantu pelaksanaan pendaftaran diploma dan ektensi melalui internet kampus, tapi waktu itu saking sibuknya mana sempet mikir-mikir hal-hal sentimental. Bahkan pagi ini pas berangkat saya di cegat seorang ibu-ibu yang sedang berjalan dengan anaknya, menanyakan “apakah tempat mengembalikan formulir SPMB berbeda dengan tempat pembeliaan formulirnya”. Saya sendiri yang tidak pernah merasa mendaftar SPMB hanya menjawab “Kurang tahu Bu, tapi kemungkinan besar sih sama :) ” (maklum saya anak PMDK gitu loh). Sementara di depanku terlihat ada segerombol bapak-bapak dan ibu-ibu tanpa anak mereka (aneh juga ya) dengan wajah yang masih kusut (saya curiga tadi malam mereka tidur di kampus) sedang tawar-menawar dengan penjual soal-soal Prediksi SPMB yang menggelar dagangannya di tepi jalan, padahal waktu itu jam baru menunjukkan pukul 07.09 pagi (saya berangkat dari kost jam 07.00).

Saya sendiri juga pernah merasakan bagaimana cemasnya orang tua saya pada masa-masa lulus SMA dan masih bingung mau melanjutkan ke mana? Saya yakin juga semua pernah merasakannya, apalagi yang sudah menjadi orang tua :)
Ternyata masalah belum berakhir sampai di sini, setelah diterima kuliah masih harus memikirkan mencari kost-kostan yang cocok, belum lagi memikirkan biaya kuliah yang semakin mencekik. Apalagi yang anaknya perempuan, saya gak bisa membayangkannya lagi :(

Pernahkan kita meluangkan waktu sejenak untuk berpikir, betapa besarnya jasa orang tua kita? Bagaimana kita selalu membuat mereka cemas dengan berbagai masalah yang seharusnya bisa kita hadapi sendiri?

Saya jadi teringat waktu pertama kali saya pulang ke rumah setelah beberapa bulan kuliah dan harus tinggal di kost-kostan, waktu itu saya masuk rumah lewat pintu belakang karena pintu depan terkunci. Begitu masuk ruang tengah dan melihat ibuku di sana, mataku langsung berkaca-kaca, waktu itu saya yang berambut gondrong karena belum dicukur sejak lulus SMA mungkin tampak seperti preman yang sedang menangis, wakakakakaka :)

Yach, semua memang indah bila dikenang walaupun kita tahu betapa berat dulu melaluinya. Inilah yang sering aku katakan pada diriku sendiri ketika sedang terasa berat dalam menjalani hidup. Apa yang kita lalui hari ini, seberat apapun itu, akan menjadi indah bila kita kenang di hari esok (kecuali masalah cinta kali ya :( )


Actions

Information

2 responses

28 06 2007
septy

ku jadi terharu baca cerita di atas
ku jadi berpikir bagaimana harus melalui hidup ini
apalagi sekarang aku sudah kelas 3, dan sebentar lagi aku harus menghadapi PD 3 ( UN )
pokoknya ku harus bersemangat dan berusaha agar bisa membuat orang tua ku bangga.
SEMANGAT

28 06 2007
tika

eeee…
aku tau gmn repotNya orang tua Q,,,,
q juga tau gmn mereka mencari uang dengan sush pyahNya….
mencari uang untuk biayai kuliah ke-2 ka2Q….mencari uang untuk sekolahQ,
tiap hari mereka mikir gimana agar anak ku bisa berangkat tiap mingguNYa (kakakQ tiap minggu pulang) gmn cara bayar semesteran,bayar kost2an……
blm lg mereka bilang kloQ harus kuliah seperti ka2kQ
Q mikir apaQ bisa …..
dengan keadaanQ sekarang…
but aku berusaha untuk lebih giat belajar…
untuk lebih menghargai kerja keras orangtuaQ….
makasih….
BAPAK
IBU
aku bangga mempunyai keluarga seperti kalian
makasih ya mas,,,dengan cerita mas aku bisa lebih semangat

Leave a comment